» , » Ini Beda Flashing, Hard Reset dan Factory Reset di Smartphone

Ini Beda Flashing, Hard Reset dan Factory Reset di Smartphone


Penggunaan Smartphone android dengan berbagai macam aktifitas penggunanya tidak dipungkiri lagi banyak menimbulkan suatu permasalahan. Bukan karena ponsel yang tidak berkualitas, namun adanya sistem yang bermasalah salah satu kendala yang menyebabkan sistem menjadi bermasalah dan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam keadaan demikian, pengguna smartphone bisa memilih opsi antara melakukan Factory reset, Hard reset serta Flashing ulang terhadap ponsel kesayangannya.

Mungkin saja beberapa pembaca atau pengguna ponsel pintar merasa asing dengan ketiga istilah diatas, karena sebagian masyarakat pada umumnya belum mengetahui beberapa prinsip kerja dari sistem ooperasi smartphone. Di anar muka smartphone android sendiri opsi pengembalian sistem yang bermasalah atau biasa disebut soft reset atau juga dalam bahasa sistemnya disebut reset factory berada dalam menu yang memang tersembunyi atau tidak familiar dan jarang diutak-atik oleh pemakainya.

beda hard reset, factory reset dan flashing

Bila hardware tidak ada masalah dan berarti sistemlah yang menjadi rujukan utama dalam perbaikan smartphone yang mengalami trouble. Pengguna ponsel pintar umumnya mempunyai opsi problemshooting yang bertingkat seperti pertama melakukan Soft reset ( reset factory ), bila tidak berhasil maka dilakukan hard Reset dan yang terakhir bila tidak juga dapat menyelesaikan masalah ada opsi Flashing firmware sebagai jalan satu-satunya.

Disini Dunia android akan memberi sedikit gambaran dan penjelasan tentang apa itu reset factory, Hard Reset dan Flashing firmware, tentu saja dengan gaya pembahasan yang mudah dimengerti. Silahkan disimak penjelasan ketiga istilah diatas.



1. Reset Factory (Soft reset)

Istilah ini diartikan sebagai mengembalikan settingan ke dalam kondisi default pabrikan. Maksudnya, apabila ada masalah pada smartphone-nya maka opsi yang ditawarkan dan sering dijadikan rujukan bagi User ponsel pintar adalah memngembalikan settingan ponsel ke pengaturan pabrik. Istilahnya, setelah anda melakukan reset factory maka yang terjadi adalah semua settingan akan dikembalikan ke dalam kondisi seperti anda baru membeli ponsel baru.
Di dalam Reset factory atau bisa disebut soft reset, beberapa settingan seperti aplikasi yang terpasang akan terhapus ( kecuali aplikasi bawaan ponsel ), kontak, isi galery, dan semua yang ada akan dikembalikan ke posisi awal. Namun anda tidak perlu khawatir terhadap kehilangan kontak atau isi galery yang ada, sebelum melakukan soft reset ini ada opsi tambahan yang bisa dipilih apakah ingin menghapus semua data atau tidak.

Reset factory di smartphone android terbilang opsi yang cukup aman ketika ada kesalahan sistem yang terjadi, dan ini merupakan satu-satunya opsi yang ditampilkan pada menu pengaturan dimana opsi untuk hard reset tidak tersedia karena ada beda fungsi, tingkat advanced user dan resiko yang diambil lebih besar.


2. Hard Reset

Dlam kondisi ponsel android error atau bermasalah pada sistemnya, penggunaan opsi reset factory yang tidak mempan bisa diambil alih dengan memilih opsi hard reset. Dimana herd reset merupakan opsi atau tool yang disediakan tidak melalui antar muka atau User interface ketika ponsel sudah menyala. Hard reset dilakukan dengan menekan kombinasi tombil tertentu dan pengguna akan disuguhi Pre-loader sistem .

Layaknya program DOS di PC, smartphone akan menampilkan layar tanpa background dan tanpa Icon menu dimana beberapa opsi tambahan tidak akan ada di User Interface soft reset. Hard reset sendiri sangat berguna bila android tidak bisa booting secara sempurna untuk masuk ke dalam halaman menu utama (home).

Melalui hard reset juga, Pemilik smartphone android bisa melakukan beberapa opsi seperti wipe data, factory reset, Cache partition, Restore data, Update dari eksternal Storege dan lainnya.

3. Flash firmware

Nah, opsi yang satu ini merupakan opsi terakhir untuk perbaikan smartphone yang tidak bermasalah pada hardwarenya alias pada sistem atau firmware. Dimana secara mudah Flashing ulang bisa diartikan melakukan install ulang terhadap sistem ponsel. Semua sistem dan data yang ada padda ponsel akan ditimpa untuk diisi dengan firmware yang masih fresh. Tujuannya adalah agar sistem kembali Normal dan menghilangkan celah file sistem yang ccorrupt atau hilang.

Berbeda dengan soft reset dan hard reset yang hanya melakukan pengembalian sistem bermasalah, dimana kedua opsi diatas tidak akan bisa menambal file sistem yang telah hilang dan hanya bisa dilakukan hanya dengan memasukkan file tersebut dari Firmware yang nantinya diinstall ketika melakukan flashing.

Proses flash HP memang ccara ampuh untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sistem di smartphone, namun resiko yang ditimbulkan juga tidak bisa dianggap remeh seperti Ponsel bisa mati total atau sistem malah tidak akan bisa berjalan secara sempurna. Umumnya kesalahan memasukkan versi firmware menjadi hal utama penyebab mati dan tidak berfungsinya Ponsel setelah proses flashing.

Nah, jadi tahu kan apa beda antara reset factory, Hard reset dan Flash Firmware ?, semoga ulasan diatas bermanfaat bagi pembaca Dunia android semua.

1 komentar:

  1. Bro tau cara flashing evercoss A7L ga ?.. yg cocok dilakukan di win 8.1 pro (x64) ?
    ane uda tepar nyari driver spreadtrum-a ga da yg cocok di-Install di Device Manager..

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar saudara dengan sopan dan santun
Komentar anda akan dimoderasi Terlebih dahulu ...